Kopi LUWAK Liar Sipirok (Wild Civet Coffee)

Regular price $17.50

What is Kopi Luwak?

Kopi luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, tetapi baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia dapat mencapai $1,300 per kilogram.

Kopi luwak is a coffee that consists of partially digested coffee cherries, which have been eaten and defecated by the Asian palm civet (Paradoxurus hermaphroditus). It is also called civet coffee. The cherries are fermented as they pass through a civet's intestines, and after being defecated with other fecal matter, they are collected. Kopi luwak is produced mainly on the Indonesian islands of Sumatra, Java, Bali, Sulawesi, and in East Timor.

The traditional method of collecting feces from wild Asian palm civets has given way to an intensive farming method, in which the palm civets are kept in battery cages and are force-fed the cherries. This method of production has raised ethical concerns about the treatment of civets and the conditions they are made to live in, which include isolation, poor diet, small cages and a high mortality rate.

Although kopi luwak is a form of processing rather than a variety of coffee, it has been called one of the most expensive coffees in the world, with retail prices reaching US$100 per kilogram for farmed and US$1,300 per kilogram for wild-collected beans.

Why Sipirok?

Sipirok berada di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, yang terletak sekitar 8 sampai 9 jam perjalanan dengan menggunakan transportasi darat dari Kota Medan. Awalnya, Sipirok merupakan sebuah kecamatan, namun sejak Kota Padangsidimpuan berubah menjadi Kota Madya, Sipirok kemudian berubah menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan.

Secara Geografis, Kota Sipirok terletak di lembah Gunung Sibual-buali, yang masuk dalam deretak Bukit Barisan. Kondisi alam ini membuat tanah di wilayah itu subur dan cocok untuk tumbuh kembangnya pohon kopi.

Meski nama Kopi Sipirok sendiri memang masih banyak yang belum akrab, namun sekarang para penikmat dan pencinta kopi sudah mulai banyak mengenal Kopi Sipirok.

Di wilayah Sipirok juga terkenal dengan kopi Luwak. Biasanya para petani pembuat gula merah menemukan biji kopi luwak di pohon-pohon aren dan ini menjadi tambahan penghasilan untuk mereka.

Kopi Luwak asal Sipirok sudah terkenal ke mancanegara, salah satunya di Korea Selatan. Sementara untuk kopi single origin, selain dijual ke pasar di luar negeri, kopi juga dijual di kota-kota besar di Indonesia, seperti Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan sejumlah kota lainnya. Kopi Sipirok juga nikmat diseduh dengan metode tradisional asli Indonesia, yakni tubruk atau dibuat segelas kopi susu 'kekinian' ditambah dengan gula aren.

Geographically, Sipirok city is located in the valley of Mount Sibual-buali, which is included in the Bukit Barisan layout. This natural condition makes the land in the area fertile and suitable for the growth and development of coffee trees.

The Sipirok area is also famous for Luwak coffee. Usually the farmers who make brown sugar find civet coffee beans in palm trees and this becomes additional income for them.

Ingredient: 100% Wild Civet Coffee Beans

Net Weight: 100 grams